mentari mulai masuk dalam peradunnya
ketika aku masih berdiri menunggumu
kamu damana dan sedang apa aku tak pernah tau
yang aku tau aku menunggumu
liatlah perih ini perih yang tak bisa di bagi dan tak bisa di obati
seandainya kamu tau saja aku disini sudah cukup bagiku
aku tak perlu rayumu,,juga kata manismu
yang aku mau kamu mengerti aku kecewa denganmu
aku dengar suara burung bernyanyi juga daun-daun menari
namun tetap saja kurasa hening dan sunyi
aku berlari sekuat tenaga,,coba tinggalkan bayangmu
namun tetap saja bayangmu mengikutiku dari blakang
seandainya saja kau bisa dengar bisikan angin,,maka kamum tau aku memanggilmu
seandainya saja kamu bisa baca awan maka di sana kutuliskan namamu
seandainya saja kamu tau aku disini akankah kamu datang untukku
atau mungkin kau akan bilang hal yang bodoh
ntah itu bodoh,,sakit,luka ,kecewa aku tak peduli
karna hanya itu yang aku bisa
menunggumu samapi kau datng menjemputku
dalam kedamain dan ketenangan
pada tahun pertama aku mengikuti natal setelah terlibat dalam pelayan sekolah minggu,,ada rasa sedih.
karena sebelumnya aku terbiasa menikmati suasana natal yang meriah dengan bintang tamu artis,atau pengkotbah dari luar,jadi ketika aku di unjuk hanya jaga anak-anak sekolah minggu dalam suatu ruangan ada perasaan terbebani,di samping itu juga sebenarnya akuk ga mau nolak karena guru sekolah minggu hanya ada beberapa orangn dan yang lain pun ada tugas tertentu.sesaat aku tertegun dalam hati aku berkata sudah tidak berkumpul dengan keluarga juga ga bisa ikut acara ibadah natal KKR jemaat kami.pendeknya pemikiranku sempat membuatku merasa berdosa,,
aku melihat teman temanku pada duduk di kursi sambil menonton artis rohani yang diundang dari jakarta,,
tetapi aku hanya bisa melirik dari kaca dan itupun sesaat,,karena bersamaan itu anak2 sekolah minggu yang super ribut pada keluar dan ditakutkan mengganggu acara.aku bergegas menyuruh mereka masuk keruang sekolah minggu dan sebisa mungkin aku harus menciptakan suasana yang menarik agar mereka tidak mengalihkan perhatiannya ke acara jemaat.
setelah acara selesai para jemaat dan undangan pun sudah pada pulang hanya ada beberapa orang yang asyik sendiri bernyanyi dan berfoto2,lalu aku mengambil kursi dan duduk memandang pada mereka,,sesaat jatuh air mataku ntah karna apa aku menangis,tapi tak ada yang melihat aku menangis selain seorang anak kecil anak yang paling bandal diantara anak2 sekolah minggu menghampiriku dan berkata kakak knapa nangis,akku malu dan menghapus air matakku sambil senyum,lalu dia menyodorkan satu kotak bingkisan Natal,,ne buat kakak aja.lalu aku mencium anak tersebut selamat natal sayang bisikku pelan.
hanya bingkisan kecil berisi kue,,namun hatiku sangat tersentuh,,dan aku tau Tuhan yang mennggerakkan dia supaya aku terhibur dan dapat mengambil hikmat Natal.natal bukan hanya perayaan saja,namun itu adalah kasih yang benar-benar nyata yang lahir dari hati yang tulus yang dianugrahkan Tuhan buat kita smua untuk kita bagikan